Proyek bertambah tanpa hiring: adopsi AI di 5 divisi

Memimpin adopsi AI (ChatGPT, Claude, Gemini) di lima divisi CV Nore Inovasi agar perusahaan bisa menerima lebih banyak proyek tanpa terus menambah orang.

~50%
lebih cepat pengerjaan modul dev, 2 hari jadi 1 hari
0
hiring developer tambahan meski proyek bertambah
5
divisi didampingi menerapkan AI, total 25 orang

TL;DR

Setiap kali proyek menumpuk, CV Nore Inovasi menambah kapasitas dengan hiring, sementara divisi lain kehabisan waktu untuk dokumen, QA manual, dan riset konten. Saya mengusulkan adopsi AI ke CEO, meminta anggaran langganan ChatGPT, Claude, dan Gemini, lalu mengenalkan dan mendampingi penerapannya di lima divisi, dimulai dari tim dev yang kini mengerjakan modul ~50% lebih cepat. Sejak pertengahan 2025 perusahaan menerima lebih banyak proyek tanpa hiring developer tambahan.

Konteks & Masalah

CV Nore Inovasi adalah perusahaan pengembangan software di Semarang dengan 25 orang di lima divisi: development (12), operasional yang berisi IT consultant dan QA (5), digital marketing (2), sales (3), serta administrasi dan finance (3). Saya menjabat Head of Engineering. Inisiatif ini murni usulan saya: saya mengajukannya langsung ke CEO/Owner beserta anggaran langganan AI. Peran saya adalah mengenalkan fungsi AI ke setiap divisi dan membantu mengimplementasikannya, sedangkan seberapa intens AI dipakai tetap menjadi keputusan head masing-masing divisi.

Hambatan utamanya adalah waktu. Volume pekerjaan naik, tetapi cara kerja di hampir semua divisi masih manual:

  • Kapasitas dev hanya bisa ditambah dengan hiring. Ketika proyek masuk banyak dan tim dev kurang orang, solusinya langsung merekrut developer baru, dengan biaya dan waktu onboarding yang menyertainya.
  • Dokumen operasional tertinggal. Draft proposal penawaran butuh ~2 hari, atau selesai 1 hari tetapi dengan lembur. Dokumen seperti FSD dan tutorial sering tidak sempat dibuat.
  • QA sepenuhnya manual. Regression test menyeluruh memakan waktu seharian setiap kali dijalankan.
  • Content planning disusun bertahap. Tim konten melakukan brainstorming dan riset manual satu per satu, sehingga rencana konten bulanan dicicil per minggu.

Dampaknya ke bisnis: pertumbuhan proyek selalu dibayar dengan tambahan orang, sementara pekerjaan pendukung seperti dokumentasi dan pengujian menjadi yang pertama dikorbankan saat waktu sempit.

Pendekatan

  1. Mengusulkan AI sebagai investasi perusahaan. Perusahaan lain sudah mulai menerapkan AI, dan saya melihat Nore Inovasi perlu ikut menerapkannya agar tidak tertinggal. Saya mengajukannya ke CEO sebagai investasi berupa langganan ChatGPT, Claude, dan Gemini, dengan tujuan utama menambah kapasitas tanpa terus menambah orang. Usulan ini disetujui, sehingga Nore Inovasi menerapkan AI lebih dulu dibanding perusahaan sekelasnya.
  2. Pilot di tim dev lebih dulu. Penerapan dimulai pertengahan 2025 di tim dev, karena saya memimpinnya langsung dan dampaknya paling cepat terukur. Aturannya jelas: kode yang dihasilkan AI tetap melalui code review seperti kode lainnya, sehingga kecepatan tidak menurunkan standar kualitas.
  3. Memilih tool sesuai peran, bukan satu tool untuk semua.
    • Claude untuk senior dev.
    • Gemini untuk tim konten, karena dipakai untuk riset sekaligus generate gambar dan video.
    • ChatGPT dan Codex untuk peran lainnya, termasuk QA.
  4. Menyebarkan ke operasional. Bersama IT consultant, AI dipakai untuk menganalisa kebutuhan klien menjadi draft proposal penawaran. QA memakai Codex untuk menyusun E2E test dengan Playwright, sehingga regression test menyeluruh bisa dijalankan otomatis. Pengujian fitur baru tetap dilakukan manual.
  5. Menyebarkan ke digital marketing. Tim konten menyusun content planning sebulan penuh dalam sekali generate lalu menyesuaikannya, dan membuat gambar dengan gaya yang konsisten. Ads specialist memakai AI untuk menganalisa peluang improvement iklan dan menyusun konfigurasi setup awal sesuai kebutuhan klien.
  6. Menyebarkan ke sales dan administrasi. Use case di dua divisi ini lebih ringan: merancang dokumen dan merangkum pekerjaan.
  7. Menyerahkan intensitas ke head divisi. Setelah fungsi AI dikenalkan dan dicontohkan, keputusan seberapa sering dipakai dan apakah dilanjutkan ada di head masing-masing. Karena itu hasilnya berbeda per divisi. Penyusunan FSD dan dokumen tutorial misalnya mulai ada progres, tetapi belum menjadi rutinitas di setiap proyek.

Hasil

Angka di bawah adalah estimasi berdasarkan pengamatan saya dan perbandingan durasi pekerjaan sebelum dan sesudah AI dipakai.

MetrikSebelumSesudah
Pengerjaan modul dev~2 hari~1 hari (~50% lebih cepat)
Kapasitas proyekProyek bertambah, solusinya hiringLebih banyak proyek, tanpa hiring tambahan
Draft proposal penawaran~2 hari, atau 1 hari dengan lembur~1 hari kerja
Regression test menyeluruhManual, seharianPlaywright E2E, sekali run otomatis
Content planning bulananDisusun bertahap per mingguSekali generate, lalu disesuaikan
Estimasi kenaikan performaBaselineDev ~50%, operasional dan digital marketing ~20%, sales dan administrasi ~10%
← Semua studi kasus Lihat pengalaman ↗